Gaji besar dan fasilitas mewah tidak bisa membuat Anda puas. Anda perlu sesuatu yang lebih dari itu. Jika Anda setuju dengan salah satu pernyataan di bawah ini, maka kemungkinan pekerjaan Anda tidak memuaskan.
Perusahaan Anda tidak inspiratif
Jika Anda ingin perusahaan Anda memiliki tujuan lebih mulia dari sekadar mengisi pundi-pundi uang pemilik, cobalah bikin proyek komunitas atau pengumpulan buku, kata Nicole Williams, pakar karier dari LinkedIn. Ini akan mengakrabkan karyawan.
Anda tidak peduli tentang proyek yang Anda kerjakan
Saat Anda terjebak dengan tugas-tugas yang dapat Anda lakukan dalam tidur Anda (atau yang membuat Anda bosan sampai tertidur), pertimbangkan cara-cara menggabungkan minat Anda dengan tujuan perusahaan dengan memperbarui situs perusahaan atau menggunakan koneksi untuk mencari klien baru.
Sebelum Anda menceritakan rencana Anda dengan atasan, siapkan solusi untuk mengerjakan pekerjaan lama saat Anda mengerjakan proyek baru, ujar Jordan-Evans.
Bos Anda tidak pernah berbicara kepada Anda
Ini seperti naksir seseorang saat SMA: Kadang-kadang Anda harus membuat langkah pertama. Jika organisasi Anda tidak memerlukan ulasan dari karyawan, mintalah pertemuan dengan atasan Anda, Boucher mengatakan. "Anggap saja sebagai dialog dan waktu yang tepat untuk mengatasi masalah yang mungkin ada di sekitar pekerjaan Anda."
Pendapat Anda tidak penting
Ini benar-benar membuat frustrasi karena merasa Anda tidak dianggap serius. Tapi membuat komentar yang tidak berdasar adalah cara tercepat untuk membuat Anda semakin ditinggalkan. "Hadirilah acara industri, bacalah blog, dan ajukan pertanyaan," ujar Williams. "Setelah Anda mencerna informasi yang ada di luar sana dan memadukannya dengan ide-ide Anda sendiri dengan cara yang berwawasan dan bijaksana orang-orang pasti akan mulai mendengarkan Anda."
Tidak ada kesempatan untuk dipromosikan
Ruang pertumbuhan adalah kunci menjadi bahagia di tempat kerja, terutama ketika Anda pertama kali memulai. Sebelum Anda terjebak dan menjadi asisten seumur hidup, tanyakan pada manajer Anda, "Apa yang ingin Anda capai kuartal ini, dan bagaimana bisa saya bantu?"
Memberikan dorongan pada bos akan membuat Anda jadi karyawan berharga, ujar Williams. Dan ketika tempat lebih tinggi terbuka, kemungkinan besar, dia akan dengan senang hati memberikannya kepada Anda.
Senin, 30 Juni 2014
10 Cara Pintar Ambil Risiko Dalam Berbisnis
Kata “risiko” memang memiliki pengertian negatif bagi sebagian orang. Tetapi, berani mengambil risiko dalam bisnis tidaklah sama dengan menjadi orang yang sembrono. Justru pengusaha sejati akan memandang risiko sebagai sesuatu yang positif dan penuh tantangan. Mereka akan mengantisipasi hal-hal tak terduga demi mendapatkan untung besar.
Saya menemukan ringkasan hebat mengenai strategi kunci yang digunakan, lengkap dengan cerita kehidupannya, dalam buku yang berjudul “The Risk Takers”, karya Renee dan Don Martin. Berikut adalah daftar tersebut, disertai prioritas dan pendapat saya:
Cari tren terbaru dan kembangkan. Sering kali, perubahan kultur atau tren ekonomi akan memberi peluang usaha baru. Tantangannya adalah menyadari perubahan tersebut lebih awal, lalu ambil tindakan, meski terdapat risiko. Inilah awal mula keuntungan para pelopor bisnis.
Cari harta karun yang terpendam dan temukan pasar yang belum dilirik orang. Bahkan perusahaan berpenghasilan triliunan rupiah tidak bisa menawarkan segalanya kepada semua orang. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada menemukan pasar menguntungkan yang tidak dilihat atau bahkan diincar orang lain.
Manfaatkan kelemahan pesaing dan jadikan itu sebagai kekuatan Anda. Pengusaha yang memiliki pandangan tajam memiliki bakat melihat dunia melalui sudut pandang pelanggannya. Kualitas yang dimiliki tersebut dapat membantu Anda tampil menonjol dalam kekurangan dan kelemahan pesaing.
Tajamkan pandangan. Kapan pun ada kesempatan, perhatikan dengan saksama area pasar yang diabaikan pesaing. Hal tersebut lebih mudah dilakukan daripada meredupkan produk-produk yang sudah terkenal, dan menunggu perubahan konsumsi pelanggan, meskipun solusi yang Anda miliki lebih baik.
Patahkan aturan konvensional. Banyak nama pengusaha tercatat dalam buku sejarah keberhasilan karena mereka telah berani menyimpang dari formula dan cara berpikir yang mapan dan sudah ada. Menantang tradisi yang sudah ada mampu membuka pintu keuntungan kompetitif.
Hemat uang dan beriklan dengan biaya yang murah. Jika Anda memulai bisnis dengan modal yang pas-pasan, ada cara kreatif untuk menarik perhatian pelanggan tanpa iklan yang mahal. Mulailah dengan media sosial, blogging, dan promosi dari mulut ke mulut.
Jangan biarkan kesulitan dan kegagalan mengalahkan Anda. Daftar peringkat pengusaha sukses diisi oleh para pria dan wanita yang menolak berhenti percaya pada dirinya sendiri, meski mendapatkan cemoohan dari orang lain yang menyakitkan. Ketahanan dan ketekunan bisa membawa Anda menuju kesuksesan.
Percaya pada intuisi. Sebuah badan penelitian menyatakan, intuisi adalah bentuk nyata pengetahuan. Itu merupakan kemampuan yang dapat Anda asah dan kembangkan — hal tersebut dapat sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah dalam lingkungan bisnis yang kacau dan tidak bisa diprediksi. Dalam kondisi seperti itu, intuisi mampu mengalahkan analisis rasional.
Terus ciptakan inovasi. Pengusaha dengan kinerja yang bagus memulai dari nol untuk menciptakan perusahaan yang dikenal luas dan terus menyesuaikan diri agar dapat bertahan di tengah perubahan pasar. Perasaan terlalu cepat puas itu seperti ban bocor halus. Ketika Anda menyadarinya, kerusakan sudah sangat parah.
Mulai sekarang juga! Waktu yang sempurna untuk memulai bisnis tidak akan datang dengan sendirinya. Sering kali, menunggu hanya memberi kesempatan bagi pesaing untuk memukul Anda dengan telak. Jika Anda percaya ide Anda akan sukses, maka ambillah risiko dan mulailah beraksi.
Percayalah terhadap kekuatan ide Anda dan segera mulai kejar impian dunia usaha Anda. Dengan kecerdasan dalam mengenal risiko, Anda pun akan mampu meraih sukses.
Saya menemukan ringkasan hebat mengenai strategi kunci yang digunakan, lengkap dengan cerita kehidupannya, dalam buku yang berjudul “The Risk Takers”, karya Renee dan Don Martin. Berikut adalah daftar tersebut, disertai prioritas dan pendapat saya:
Cari tren terbaru dan kembangkan. Sering kali, perubahan kultur atau tren ekonomi akan memberi peluang usaha baru. Tantangannya adalah menyadari perubahan tersebut lebih awal, lalu ambil tindakan, meski terdapat risiko. Inilah awal mula keuntungan para pelopor bisnis.
Cari harta karun yang terpendam dan temukan pasar yang belum dilirik orang. Bahkan perusahaan berpenghasilan triliunan rupiah tidak bisa menawarkan segalanya kepada semua orang. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada menemukan pasar menguntungkan yang tidak dilihat atau bahkan diincar orang lain.
Manfaatkan kelemahan pesaing dan jadikan itu sebagai kekuatan Anda. Pengusaha yang memiliki pandangan tajam memiliki bakat melihat dunia melalui sudut pandang pelanggannya. Kualitas yang dimiliki tersebut dapat membantu Anda tampil menonjol dalam kekurangan dan kelemahan pesaing.
Tajamkan pandangan. Kapan pun ada kesempatan, perhatikan dengan saksama area pasar yang diabaikan pesaing. Hal tersebut lebih mudah dilakukan daripada meredupkan produk-produk yang sudah terkenal, dan menunggu perubahan konsumsi pelanggan, meskipun solusi yang Anda miliki lebih baik.
Patahkan aturan konvensional. Banyak nama pengusaha tercatat dalam buku sejarah keberhasilan karena mereka telah berani menyimpang dari formula dan cara berpikir yang mapan dan sudah ada. Menantang tradisi yang sudah ada mampu membuka pintu keuntungan kompetitif.
Hemat uang dan beriklan dengan biaya yang murah. Jika Anda memulai bisnis dengan modal yang pas-pasan, ada cara kreatif untuk menarik perhatian pelanggan tanpa iklan yang mahal. Mulailah dengan media sosial, blogging, dan promosi dari mulut ke mulut.
Jangan biarkan kesulitan dan kegagalan mengalahkan Anda. Daftar peringkat pengusaha sukses diisi oleh para pria dan wanita yang menolak berhenti percaya pada dirinya sendiri, meski mendapatkan cemoohan dari orang lain yang menyakitkan. Ketahanan dan ketekunan bisa membawa Anda menuju kesuksesan.
Percaya pada intuisi. Sebuah badan penelitian menyatakan, intuisi adalah bentuk nyata pengetahuan. Itu merupakan kemampuan yang dapat Anda asah dan kembangkan — hal tersebut dapat sangat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah dalam lingkungan bisnis yang kacau dan tidak bisa diprediksi. Dalam kondisi seperti itu, intuisi mampu mengalahkan analisis rasional.
Terus ciptakan inovasi. Pengusaha dengan kinerja yang bagus memulai dari nol untuk menciptakan perusahaan yang dikenal luas dan terus menyesuaikan diri agar dapat bertahan di tengah perubahan pasar. Perasaan terlalu cepat puas itu seperti ban bocor halus. Ketika Anda menyadarinya, kerusakan sudah sangat parah.
Mulai sekarang juga! Waktu yang sempurna untuk memulai bisnis tidak akan datang dengan sendirinya. Sering kali, menunggu hanya memberi kesempatan bagi pesaing untuk memukul Anda dengan telak. Jika Anda percaya ide Anda akan sukses, maka ambillah risiko dan mulailah beraksi.
Percayalah terhadap kekuatan ide Anda dan segera mulai kejar impian dunia usaha Anda. Dengan kecerdasan dalam mengenal risiko, Anda pun akan mampu meraih sukses.
Sabtu, 07 Juni 2014
PSAK Penyajian Lap Keuangan
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 1 (revisi 2009)
terdiri dari paragraf 1-138 dan Lampiran. Seluruh
paragraf tersebut memiliki kekuatan mengatur yang sama.
Paragraf yang dicetak dengan huruf tebal dan miring (bold
italic) mengatur prinsip-prinsip utama. PSAK 1 (revisi
2009) harus dibaca dalam kontek tujuan pengaturan dan
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan
Keuangan. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk
unsur-unsur yang tidak material.
Definisi
Laporan keuangan bertujuan umum (selanjutnya disebut
sebagai ’laporan keuangan’) adalah laporan keuangan yang
ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian
besar pengguna laporan.
Ketidakpraktisan. Penerapan suatu persyaratan dianggap
tidak praktis jika entitas tidak dapat menerapkannya
setelah melakukan usaha yang memadai.
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah Pernyataan
dan Interpretasi yang disusun oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, yang
terdiri dari:
(a) Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK);
(b) Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK).
Material. Kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan
dalam mencatat pos-pos laporan keuangan adalah material
jika, baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama,
dapat memengaruhi keputusan ekonomi pengguna
laporan keuangan. Materialitas tergantung pada ukuran
dan sifat dari kelalaian dalam mencantumkan atau
kesalahan dalam mencatat tersebut dengan memerhatikan
kondisi terkait. Ukuran atau sifat dari pos laporan
keuangan tersebut, atau gabungan dari keduanya, dapat
menjadi faktor penentu.
Penilaian apakah suatu kelalaian dalam mencantumkan atau
kesalahan dalam mencatat dapat memengaruhi keputusan
ekonomi dari pengguna laporan, dan dengan demikian menjadi
material, membutuhkan pertimbangan mengenai karakteristik
dari masing-masing pengguna laporan tersebut.
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan
paragraf 25 menyatakan bahwa ‘pengguna laporan keuangan
diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang
aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi serta kemauan untuk
mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.’ Oleh
karena itu, penilaian tersebut perlu memerhatikan bagaimana
pengguna laporan dengan karakteristik tersebut diharapkan
terpengaruh dalam membuat keputusan ekonomi.
Catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan
keuangan berisi informasi tambahan atas apa yang
disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan
pendapatan komprehensif, laporan laba rugi terpisah (jika
disajikan), laporan perubahan ekuitas dan laporan arus
kas. Catatan atas laporan keuangan memberikan
penjelasan atau rincian dari pos-pos yang disajikan dalam
laporan keuangan tersebut dan informasi mengenai pospos
yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam
laporan keuangan.
Pendapatan komprehensif lain berisi pos-pos pendapatan
dan beban (termasuk penyesuaian reklasifikasi) yang tidak
diakui dalam laba rugi dari laporan pendapatan
komprehensif sebagaimana dipersyaratkan oleh SAK
lainnya.
Komponen pendapatan komprehensif lain meliputi:
(a) perubahan dalam surplus revaluasi (lihat PSAK 16: Aset
Tetap dan PSAK 19: Aset Tidak Berwujud);
(b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat
pasti yang diakui sesuai dengan paragraf 94 PSAK 24:
Imbalan Kerja;
(c) keuntungan dan kerugian yang timbul dari penjabaran
laporan keuangan dari entitas asing (lihat PSAK 11:
Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang
Asing);
(d) keuntungan dan kerugian dari pengukuran kembali aset
keuangan yang dikategorikan sebagai ’tersedia untuk dijual’
(lihat PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran);
(e) Bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen
lindung nilai dalam rangka lindung nilai arus kas (lihat
PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran)
Pemilik adalah pemegang instrumen yang diklasifikasikan
sebagai ekuitas.
Laba rugi adalah total pendapatan dikurangi beban, tidak
termasuk komponen-komponen pendapatan komprehensif
lain.
Penyesuaian reklasifikasi adalah jumlah yang
direklasifikasi ke bagian laba rugi periode berjalan yang
sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain
pada periode berjalan atau periode sebelumnya.
Total laba rugi komprehensif adalah perubahan ekuitas
selama satu periode yang dihasilkan dari transaksi dan
peristiwa lainnya, selain perubahan yang dihasilkan dari
transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai
pemilik.
Total laba rugi komprehensif terdiri dari komponen “laba rugi”
dan “pendapatan komprehensif lain”.06.
Meskipun Pernyataan ini menggunakan istilah
“pendapatan komprehensif lain”, “laba rugi”, dan “total laba
rugi komprehensif”, entitas dapat menggunakan istilah lain untuk
menjelaskan jumlah-jumlah tersebut sepanjang maksudnya
jelas. Misalnya, entitas dapat menggunakan istilah “laba neto”
untuk menggambarkan laba rugi.
LAPORAN KEUANGAN
Tujuan Laporan Keuangan
07. Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur
dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Tujuan
laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi
keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang
bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan
dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga
menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas
penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, laporan keuangan
menyajikan informasi mengenai entitas yang meliputi:
(a) aset;
(b) laibilitas;
(c) ekuitas;
(d) pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan
kerugian;
(e) kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam
kapasitasnya sebagai pemilik;dan
(f) arus kas.
Informasi tersebut, beserta informasi lainnya yang terdapat
dalam catatan atas laporan keuangan, membantu pengguna
laporan dalam memprediksi arus kas masa depan dan,
khususnya, dalam hal waktu dan kepastian diperolehnya kas
dan setara kas.
Komponen Laporan Keuangan Lengkap
08. Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari
komponen-komponen berikut ini:
(a) laporan posisi keuangan pada akhir periode;
(b) laporan laba rugi komprehensif selama periode
(c) laporan perubahan ekuitas selama periode;
(d) laporan arus kas selama periode;
(e) catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan
kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan
lainnya; dan
(f) laporan posisi keuangan pada awal periode
komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan
suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau
membuat penyajian kembali pos-pos laporan
keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos
dalam laporan keuangannya.
Entitas diperkenankan menggunakan judul laporan selain
yang digunakan dalam Pernyataan ini.
09. Entitas menyajikan semua komponen laporan
keuangan lengkap dengan tingkat keutamaan yang sama.
10. Sebagaimana diperkenankan dalam paragraf 79, entitas
dapat menyajikan komponen laba rugi baik sebagai bagian dari
laporan laba rugi komprehensif atau laporan laba rugi terpisah.
Jika laporan laba rugi disajikan, maka laporan tersebut
merupakan bagian dari komponen laporan keuangan yang
lengkap dan disajikan sebelum laporan pendapatan
komprehensif.
11. Beberapa entitas menyajikan, terpisah dari laporan
keuangan, suatu kajian keuangan oleh manajemen yang
menjelaskan karakteristik utama dari kinerja keuangan dan
posisi keuangan, dan kondisi ketidakpastian utama yang
dihadapi. Laporan tersebut dapat meliputi kajian mengenai:
(a). Faktor dan pengaruh-pengaruh utama yang menentukan
kinerja keuangan, termasuk perubahan lingkungan tempat
entitas beroperasi, tanggapan terhadap perubahan dan
pengaruhnya, dan kebijakan investasi untuk memelihara
serta meningkatkan kinerja keuangannya, termasuk
kebijakan dividen;
(b). Sumber pendanaan entitas dan target rasio laibilitas
terhadap ekuitas; dan
(c). Sumber daya entitas yang tidak diakui dalam laporan posisi
keuangan sesuai dengan`SAK.
12. Entitas dapat pula menyajikan, terpisah dari laporan
keuangan, laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai
tambah (value added statement), khususnya bagi industri
dimana faktor lingkungan hidup memegang peranan penting
dan bagi industri yang menganggap karyawan sebagai kelompok
pengguna laporan yang memegang peranan penting. Laporan
tambahan tersebut di luar ruang lingkup Standar Akuntansi
Keuangan.
Karakteristik Umum
Penyajian Secara Wajar dan Kepatuhan terhadap SAK
13. Laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi
keuangan, kinerja keuangan dan arus kas suatu entitas.
Penyajian yang wajar mensyaratkan penyajian secara
jujur dampak dari transaksi, peristiwa dan kondisi lain
sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan aset,
laibilitas, pendapatan dan beban yang diatur dalam
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan
Keuangan. Penerapan SAK, dengan pengungkapan
tambahan jika diperlukan, dianggap menghasilkan
penyajian laporan keuangan secara wajar.
14. Entitas yang laporan keuangannya telah patuh
terhadap SAK membuat pernyataan secara eksplisit dan
tanpa kecuali tentang kepatuhan terhadap SAK tersebut
dalam catatan atas laporan keuangan. Entitas tidak boleh
menyebutkan bahwa laporan keuangan telah patuh
terhadap SAK kecuali laporan keuangan tersebut telah
patuh terhadap semua yang dipersyaratkan dalam SAK.
15. Dalam hampir semua kondisi, entitas mencapai
penyajian laporan keuangan secara wajar apabila memenuhi
SAK terkait. Penyajian secara wajar juga mensyaratkan entitas
untuk:
(a) memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi sesuai
dengan PSAK 25. PSAK 25 mengatur hirarki pedoman
otoritatif yang dipertimbangkan oleh manajemen dalam hal
tidak terdapat PSAK yang secara khusus mengatur suatu
pos tertentu.
(b) menyajikan informasi, termasuk kebijakan akuntansi,
sedemikian rupa sehingga dapat memberikan informasi
yang relevan, andal, dapat diperbandingkan, dan mudah
dipahami.
(c) memberikan pengungkapan tambahan jika kesesuaian
dengan persyaratan khusus dalam SAK tidak cukup bagi
pengguna laporan keuangan untuk memahami pengaruh
dari transaksi tertentu, peristiwa dan kondisi lain terhadap
posisi keuangan dan kinerja keuangan entitas.
16. Entitas tidak dapat memperbaiki kebijakan
akuntansi yang tidak tepat baik dengan pengungkapan
kebijakan akuntansi yang digunakan atau pengungkapan
dalam catatan atas laporan keuangan atau materi
penjelasan.
17. Dalam keadaan yang sangat jarang terjadi, ketika
manajemen menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap
suatu ketentuan dalam suatu PSAK akan memberikan
pemahaman yang salah yang akan bertentangan dengan
tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka
Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan,
maka entitas menyimpang dari ketentuan tersebut dengan
cara yang ditentukan dalam paragraf 18 jika peraturan
yang relevan mensyaratkan atau tidak melarang
penyimpangan tersebut.
18. Ketika entitas menyimpang dari ketentuan suatu
PSAK sesuai dengan paragraf 17, maka entitas
mengungkapkan:
(a) bahwa manajemen telah menyimpulkan bahwa
laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi
keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas;
(b) bahwa laporan keuangan telah patuh terhadap SAK
terkait, kecuali pos yang menyimpang dari ketentuan
tertentu untuk mencapai penyajian yang wajar;
(c) nama PSAK yang tidak diterapkan, sifat
penyimpangan, termasuk perlakuan yang
disyaratkan oleh PSAK tersebut, alasan mengapa
perlakuan tersebut akan memberikan pemahaman
yang salah dalam situasi tersebut sehingga akan
bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang
diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan
Penyajian Laporan Keuangan, dan perlakuan yang
diterapkan; dan
(d) untuk masing-masing periode yang disajikan,
pengaruh keuangan dari penyimpangan untuk
masing-masing pos dalam laporan keuangan yang
seharusnya dilaporkan sesuai dengan ketentuan
tersebut.
19. Ketika entitas menyimpang dari suatu ketentuan
dalam suatu PSAK pada periode sebelumnya, dan
penyimpangan tersebut berpengaruh terhadap jumlah
yang diakui dalam laporan keuangan pada periode
berjalan, maka entitas membuat pengungkapan
sebagaimana diatur pada paragraf 18 (c) dan (d).
20. Contoh implementasi paragraf 19 adalah ketika entitas
pada periode sebelumnya menyimpang dari suatu ketentuan
dalam suatu PSAK untuk pengukuran aset atau laibilitas dan
penyimpangan tersebut memengaruhi pengukuran atas
perubahan aset dan laibilitas yang diakui pada laporan keuangan
periode berjalan.
21. Dalam keadaan yang sangat jarang terjadi, ketika
manajemen menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap
suatu ketentuan dalam suatu PSAK akan memberikan
pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan
laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar
Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan, tetapi
peraturan yang relevan melarang penyimpangan tersebut,
maka entitas semaksimal mungkin mengurangi
pemahaman yang salah tersebut dengan mengungkapkan:
(a) nama PSAK terkait, sifat ketentuan, dan alasan
mengapa manajemen menyimpulkan bahwa
kepatuhan terhadap ketentuan dimaksud akan
memberikan pemahaman yang salah yang
bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang
diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan
Penyajian Laporan Keuangan; dan
(b) untuk masing-masing periode yang disajikan,
penyesuaian terhadap masing-masing pos dalam
laporan keuangan yang dipandang perlu oleh
manajemen untuk mencapai penyajian yang wajar.
22. Untuk tujuan penerapan paragraf 17 – 21, informasi
tertentu dapat bertentangan dengan tujuan laporan keuangan
ketika informasi tersebut tidak menyajikan secara jujur
transaksi, peristiwa dan kondisi lain baik yang diminta untuk
disajikan atau sewajarnya diharapkan untuk disajikan dan,
konsekuensinya, informasi tersebut dapat memengaruhi
keputusan ekonomi dari pengguna laporan keuangan. Ketika
menilai apakah kepatuhan terhadap ketentuan khusus dari suatu
PSAK akan memberikan pemahaman yang salah yang
bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan
Keuangan, manajemen mempertimbangkan:
(a) alasan tujuan laporan keuangan tidak tercapai dalam kondisi
tersebut; dan
(b) bagaimana perbedaan kondisi entitas dengan kondisi entitas
lain yang mematuhi persyaratan. Jika entitas lain dengan
kondisi yang sama menerapkan persyaratan tersebut,
maka akan muncul asumsi yang dapat diperdebatkan bahwa
kepatuhan terhadap persyaratan tersebut tidak akan
memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan
dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan
Keuangan.
.
Kelangsungan Usaha
23. Dalam menyusun laporan keuangan, manajemen
membuat penilaian tentang kemampuan entitas untuk
mempertahankan kelangsungan usaha. Entitas menyusun
laporan keuangan berdasarkan asumsi kelangsungan
usaha, kecuali manajemen bertujuan untuk melikuidasi
entitas atau menghentikan perdagangan, atau tidak
mempunyai alternatif lainnya yang realistis selain
melakukannya. Jika manajemen menyadari (dalam
membuat penilaiannya) mengenai adanya ketidakpastian
yang material sehubungan dengan peristiwa atau kondisi
yang dapat menimbulkan keraguan yang signifikan
tentang kemampuan entitas untuk mempertahankan
kelangsungan usaha, maka entitas mengungkapkan
ketidakpastian tersebut. Jika entitas menyusun laporan
keuangan tidak berdasarkan asumsi kelangsungan usaha,
maka entitas mengungkapkan fakta tersebut, bersama
dengan dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan
keuangan dan alasan mengapa entitas tidak
dipertimbangkan sebagai entitas yang dapat
menggunakan asumsi kelangsungan usaha.
24. Dalam mempertimbangkan apakah dasar asumsi
kelangsungan usaha adalah tepat, manajemen memerhatikan
semua informasi masa depan, paling sedikit (namun tidak
dibatasi untuk) dua belas bulan dari akhir periode pelaporan.
Tingkat pertimbangan tergantung pada fakta dari setiap kasus.
Jika selama ini entitas menghasilkan laba dan mempunyai akses
ke sumber pembiayaan, maka dapat disimpulkan bahwa asumsi
kelangsungan usaha telah sesuai tanpa melalui analisis rinci.
Dalam kasus lain, manajemen perlu memerhatikan faktor yang
memengaruhi profitabilitas masa kini maupun masa yang akan
datang, jadual pembayaran utang dan sumber potensial
pembiayaan pengganti sebelum dapat menyimpulkan bahwa
asumsi kelangsungan usaha telah sesuai.
Dasar Akrual
25. Entitas menyusun laporan keuangan atas dasar
akrual, kecuali laporan arus kas.
26. Ketika akuntansi berbasis akrual digunakan, entitas
mengakui pos-pos sebagai aset, laibilitas, ekuitas, pendapatan
dan beban (unsur-unsur laporan keuangan) ketika pos-pos
tersebut memenuhi definisi dan kriteria pengakuan untuk unsurunsur
tersebut dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan
Penyajian Laporan Keuangan.
Materialitas dan Agregasi
27. Entitas menyajikan secara terpisah kelompok pos
sejenis yang material. Entitas menyajikan secara terpisah
pos yang mempunyai sifat atau fungsi berbeda kecuali
pos tersebut tidak material.
28. Laporan keuangan merupakan hasil dari pemrosesan
sejumlah transaksi atau peristiwa lain yang diklasifikasikan sesuai
sifat atau fungsinya. Tahap akhir dari proses penggabungan
dan pengklasifikasian adalah penyajian dalam laporan keuangan.
Jika suatu klasifikasi pos tidak material, maka dapat
digabungkan dengan pos lain yang sejenis dalam laporan
keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan. Suatu
pos mungkin tidak cukup material untuk disajikan terpisah dalam
laporan keuangan tetapi cukup material untuk disajikan terpisah
dalam catatan atas laporan keuangan.
terdiri dari paragraf 1-138 dan Lampiran. Seluruh
paragraf tersebut memiliki kekuatan mengatur yang sama.
Paragraf yang dicetak dengan huruf tebal dan miring (bold
italic) mengatur prinsip-prinsip utama. PSAK 1 (revisi
2009) harus dibaca dalam kontek tujuan pengaturan dan
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan
Keuangan. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk
unsur-unsur yang tidak material.
Definisi
Laporan keuangan bertujuan umum (selanjutnya disebut
sebagai ’laporan keuangan’) adalah laporan keuangan yang
ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian
besar pengguna laporan.
Ketidakpraktisan. Penerapan suatu persyaratan dianggap
tidak praktis jika entitas tidak dapat menerapkannya
setelah melakukan usaha yang memadai.
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) adalah Pernyataan
dan Interpretasi yang disusun oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, yang
terdiri dari:
(a) Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK);
(b) Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK).
Material. Kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan
dalam mencatat pos-pos laporan keuangan adalah material
jika, baik secara sendiri-sendiri maupun bersamasama,
dapat memengaruhi keputusan ekonomi pengguna
laporan keuangan. Materialitas tergantung pada ukuran
dan sifat dari kelalaian dalam mencantumkan atau
kesalahan dalam mencatat tersebut dengan memerhatikan
kondisi terkait. Ukuran atau sifat dari pos laporan
keuangan tersebut, atau gabungan dari keduanya, dapat
menjadi faktor penentu.
Penilaian apakah suatu kelalaian dalam mencantumkan atau
kesalahan dalam mencatat dapat memengaruhi keputusan
ekonomi dari pengguna laporan, dan dengan demikian menjadi
material, membutuhkan pertimbangan mengenai karakteristik
dari masing-masing pengguna laporan tersebut.
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan
paragraf 25 menyatakan bahwa ‘pengguna laporan keuangan
diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang
aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi serta kemauan untuk
mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.’ Oleh
karena itu, penilaian tersebut perlu memerhatikan bagaimana
pengguna laporan dengan karakteristik tersebut diharapkan
terpengaruh dalam membuat keputusan ekonomi.
Catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan
keuangan berisi informasi tambahan atas apa yang
disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan
pendapatan komprehensif, laporan laba rugi terpisah (jika
disajikan), laporan perubahan ekuitas dan laporan arus
kas. Catatan atas laporan keuangan memberikan
penjelasan atau rincian dari pos-pos yang disajikan dalam
laporan keuangan tersebut dan informasi mengenai pospos
yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam
laporan keuangan.
Pendapatan komprehensif lain berisi pos-pos pendapatan
dan beban (termasuk penyesuaian reklasifikasi) yang tidak
diakui dalam laba rugi dari laporan pendapatan
komprehensif sebagaimana dipersyaratkan oleh SAK
lainnya.
Komponen pendapatan komprehensif lain meliputi:
(a) perubahan dalam surplus revaluasi (lihat PSAK 16: Aset
Tetap dan PSAK 19: Aset Tidak Berwujud);
(b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat
pasti yang diakui sesuai dengan paragraf 94 PSAK 24:
Imbalan Kerja;
(c) keuntungan dan kerugian yang timbul dari penjabaran
laporan keuangan dari entitas asing (lihat PSAK 11:
Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang
Asing);
(d) keuntungan dan kerugian dari pengukuran kembali aset
keuangan yang dikategorikan sebagai ’tersedia untuk dijual’
(lihat PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran);
(e) Bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen
lindung nilai dalam rangka lindung nilai arus kas (lihat
PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran)
Pemilik adalah pemegang instrumen yang diklasifikasikan
sebagai ekuitas.
Laba rugi adalah total pendapatan dikurangi beban, tidak
termasuk komponen-komponen pendapatan komprehensif
lain.
Penyesuaian reklasifikasi adalah jumlah yang
direklasifikasi ke bagian laba rugi periode berjalan yang
sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain
pada periode berjalan atau periode sebelumnya.
Total laba rugi komprehensif adalah perubahan ekuitas
selama satu periode yang dihasilkan dari transaksi dan
peristiwa lainnya, selain perubahan yang dihasilkan dari
transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai
pemilik.
Total laba rugi komprehensif terdiri dari komponen “laba rugi”
dan “pendapatan komprehensif lain”.06.
Meskipun Pernyataan ini menggunakan istilah
“pendapatan komprehensif lain”, “laba rugi”, dan “total laba
rugi komprehensif”, entitas dapat menggunakan istilah lain untuk
menjelaskan jumlah-jumlah tersebut sepanjang maksudnya
jelas. Misalnya, entitas dapat menggunakan istilah “laba neto”
untuk menggambarkan laba rugi.
LAPORAN KEUANGAN
Tujuan Laporan Keuangan
07. Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur
dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Tujuan
laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi
keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang
bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan
dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga
menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas
penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, laporan keuangan
menyajikan informasi mengenai entitas yang meliputi:
(a) aset;
(b) laibilitas;
(c) ekuitas;
(d) pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan
kerugian;
(e) kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam
kapasitasnya sebagai pemilik;dan
(f) arus kas.
Informasi tersebut, beserta informasi lainnya yang terdapat
dalam catatan atas laporan keuangan, membantu pengguna
laporan dalam memprediksi arus kas masa depan dan,
khususnya, dalam hal waktu dan kepastian diperolehnya kas
dan setara kas.
Komponen Laporan Keuangan Lengkap
08. Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari
komponen-komponen berikut ini:
(a) laporan posisi keuangan pada akhir periode;
(b) laporan laba rugi komprehensif selama periode
(c) laporan perubahan ekuitas selama periode;
(d) laporan arus kas selama periode;
(e) catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan
kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan
lainnya; dan
(f) laporan posisi keuangan pada awal periode
komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan
suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau
membuat penyajian kembali pos-pos laporan
keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos
dalam laporan keuangannya.
Entitas diperkenankan menggunakan judul laporan selain
yang digunakan dalam Pernyataan ini.
09. Entitas menyajikan semua komponen laporan
keuangan lengkap dengan tingkat keutamaan yang sama.
10. Sebagaimana diperkenankan dalam paragraf 79, entitas
dapat menyajikan komponen laba rugi baik sebagai bagian dari
laporan laba rugi komprehensif atau laporan laba rugi terpisah.
Jika laporan laba rugi disajikan, maka laporan tersebut
merupakan bagian dari komponen laporan keuangan yang
lengkap dan disajikan sebelum laporan pendapatan
komprehensif.
11. Beberapa entitas menyajikan, terpisah dari laporan
keuangan, suatu kajian keuangan oleh manajemen yang
menjelaskan karakteristik utama dari kinerja keuangan dan
posisi keuangan, dan kondisi ketidakpastian utama yang
dihadapi. Laporan tersebut dapat meliputi kajian mengenai:
(a). Faktor dan pengaruh-pengaruh utama yang menentukan
kinerja keuangan, termasuk perubahan lingkungan tempat
entitas beroperasi, tanggapan terhadap perubahan dan
pengaruhnya, dan kebijakan investasi untuk memelihara
serta meningkatkan kinerja keuangannya, termasuk
kebijakan dividen;
(b). Sumber pendanaan entitas dan target rasio laibilitas
terhadap ekuitas; dan
(c). Sumber daya entitas yang tidak diakui dalam laporan posisi
keuangan sesuai dengan`SAK.
12. Entitas dapat pula menyajikan, terpisah dari laporan
keuangan, laporan mengenai lingkungan hidup dan laporan nilai
tambah (value added statement), khususnya bagi industri
dimana faktor lingkungan hidup memegang peranan penting
dan bagi industri yang menganggap karyawan sebagai kelompok
pengguna laporan yang memegang peranan penting. Laporan
tambahan tersebut di luar ruang lingkup Standar Akuntansi
Keuangan.
Karakteristik Umum
Penyajian Secara Wajar dan Kepatuhan terhadap SAK
13. Laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi
keuangan, kinerja keuangan dan arus kas suatu entitas.
Penyajian yang wajar mensyaratkan penyajian secara
jujur dampak dari transaksi, peristiwa dan kondisi lain
sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan aset,
laibilitas, pendapatan dan beban yang diatur dalam
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan
Keuangan. Penerapan SAK, dengan pengungkapan
tambahan jika diperlukan, dianggap menghasilkan
penyajian laporan keuangan secara wajar.
14. Entitas yang laporan keuangannya telah patuh
terhadap SAK membuat pernyataan secara eksplisit dan
tanpa kecuali tentang kepatuhan terhadap SAK tersebut
dalam catatan atas laporan keuangan. Entitas tidak boleh
menyebutkan bahwa laporan keuangan telah patuh
terhadap SAK kecuali laporan keuangan tersebut telah
patuh terhadap semua yang dipersyaratkan dalam SAK.
15. Dalam hampir semua kondisi, entitas mencapai
penyajian laporan keuangan secara wajar apabila memenuhi
SAK terkait. Penyajian secara wajar juga mensyaratkan entitas
untuk:
(a) memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi sesuai
dengan PSAK 25. PSAK 25 mengatur hirarki pedoman
otoritatif yang dipertimbangkan oleh manajemen dalam hal
tidak terdapat PSAK yang secara khusus mengatur suatu
pos tertentu.
(b) menyajikan informasi, termasuk kebijakan akuntansi,
sedemikian rupa sehingga dapat memberikan informasi
yang relevan, andal, dapat diperbandingkan, dan mudah
dipahami.
(c) memberikan pengungkapan tambahan jika kesesuaian
dengan persyaratan khusus dalam SAK tidak cukup bagi
pengguna laporan keuangan untuk memahami pengaruh
dari transaksi tertentu, peristiwa dan kondisi lain terhadap
posisi keuangan dan kinerja keuangan entitas.
16. Entitas tidak dapat memperbaiki kebijakan
akuntansi yang tidak tepat baik dengan pengungkapan
kebijakan akuntansi yang digunakan atau pengungkapan
dalam catatan atas laporan keuangan atau materi
penjelasan.
17. Dalam keadaan yang sangat jarang terjadi, ketika
manajemen menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap
suatu ketentuan dalam suatu PSAK akan memberikan
pemahaman yang salah yang akan bertentangan dengan
tujuan laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka
Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan,
maka entitas menyimpang dari ketentuan tersebut dengan
cara yang ditentukan dalam paragraf 18 jika peraturan
yang relevan mensyaratkan atau tidak melarang
penyimpangan tersebut.
18. Ketika entitas menyimpang dari ketentuan suatu
PSAK sesuai dengan paragraf 17, maka entitas
mengungkapkan:
(a) bahwa manajemen telah menyimpulkan bahwa
laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi
keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas;
(b) bahwa laporan keuangan telah patuh terhadap SAK
terkait, kecuali pos yang menyimpang dari ketentuan
tertentu untuk mencapai penyajian yang wajar;
(c) nama PSAK yang tidak diterapkan, sifat
penyimpangan, termasuk perlakuan yang
disyaratkan oleh PSAK tersebut, alasan mengapa
perlakuan tersebut akan memberikan pemahaman
yang salah dalam situasi tersebut sehingga akan
bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang
diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan
Penyajian Laporan Keuangan, dan perlakuan yang
diterapkan; dan
(d) untuk masing-masing periode yang disajikan,
pengaruh keuangan dari penyimpangan untuk
masing-masing pos dalam laporan keuangan yang
seharusnya dilaporkan sesuai dengan ketentuan
tersebut.
19. Ketika entitas menyimpang dari suatu ketentuan
dalam suatu PSAK pada periode sebelumnya, dan
penyimpangan tersebut berpengaruh terhadap jumlah
yang diakui dalam laporan keuangan pada periode
berjalan, maka entitas membuat pengungkapan
sebagaimana diatur pada paragraf 18 (c) dan (d).
20. Contoh implementasi paragraf 19 adalah ketika entitas
pada periode sebelumnya menyimpang dari suatu ketentuan
dalam suatu PSAK untuk pengukuran aset atau laibilitas dan
penyimpangan tersebut memengaruhi pengukuran atas
perubahan aset dan laibilitas yang diakui pada laporan keuangan
periode berjalan.
21. Dalam keadaan yang sangat jarang terjadi, ketika
manajemen menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap
suatu ketentuan dalam suatu PSAK akan memberikan
pemahaman yang salah yang bertentangan dengan tujuan
laporan keuangan yang diatur dalam Kerangka Dasar
Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan, tetapi
peraturan yang relevan melarang penyimpangan tersebut,
maka entitas semaksimal mungkin mengurangi
pemahaman yang salah tersebut dengan mengungkapkan:
(a) nama PSAK terkait, sifat ketentuan, dan alasan
mengapa manajemen menyimpulkan bahwa
kepatuhan terhadap ketentuan dimaksud akan
memberikan pemahaman yang salah yang
bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang
diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan
Penyajian Laporan Keuangan; dan
(b) untuk masing-masing periode yang disajikan,
penyesuaian terhadap masing-masing pos dalam
laporan keuangan yang dipandang perlu oleh
manajemen untuk mencapai penyajian yang wajar.
22. Untuk tujuan penerapan paragraf 17 – 21, informasi
tertentu dapat bertentangan dengan tujuan laporan keuangan
ketika informasi tersebut tidak menyajikan secara jujur
transaksi, peristiwa dan kondisi lain baik yang diminta untuk
disajikan atau sewajarnya diharapkan untuk disajikan dan,
konsekuensinya, informasi tersebut dapat memengaruhi
keputusan ekonomi dari pengguna laporan keuangan. Ketika
menilai apakah kepatuhan terhadap ketentuan khusus dari suatu
PSAK akan memberikan pemahaman yang salah yang
bertentangan dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan
Keuangan, manajemen mempertimbangkan:
(a) alasan tujuan laporan keuangan tidak tercapai dalam kondisi
tersebut; dan
(b) bagaimana perbedaan kondisi entitas dengan kondisi entitas
lain yang mematuhi persyaratan. Jika entitas lain dengan
kondisi yang sama menerapkan persyaratan tersebut,
maka akan muncul asumsi yang dapat diperdebatkan bahwa
kepatuhan terhadap persyaratan tersebut tidak akan
memberikan pemahaman yang salah yang bertentangan
dengan tujuan laporan keuangan yang diatur dalam
Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan
Keuangan.
.
Kelangsungan Usaha
23. Dalam menyusun laporan keuangan, manajemen
membuat penilaian tentang kemampuan entitas untuk
mempertahankan kelangsungan usaha. Entitas menyusun
laporan keuangan berdasarkan asumsi kelangsungan
usaha, kecuali manajemen bertujuan untuk melikuidasi
entitas atau menghentikan perdagangan, atau tidak
mempunyai alternatif lainnya yang realistis selain
melakukannya. Jika manajemen menyadari (dalam
membuat penilaiannya) mengenai adanya ketidakpastian
yang material sehubungan dengan peristiwa atau kondisi
yang dapat menimbulkan keraguan yang signifikan
tentang kemampuan entitas untuk mempertahankan
kelangsungan usaha, maka entitas mengungkapkan
ketidakpastian tersebut. Jika entitas menyusun laporan
keuangan tidak berdasarkan asumsi kelangsungan usaha,
maka entitas mengungkapkan fakta tersebut, bersama
dengan dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan
keuangan dan alasan mengapa entitas tidak
dipertimbangkan sebagai entitas yang dapat
menggunakan asumsi kelangsungan usaha.
24. Dalam mempertimbangkan apakah dasar asumsi
kelangsungan usaha adalah tepat, manajemen memerhatikan
semua informasi masa depan, paling sedikit (namun tidak
dibatasi untuk) dua belas bulan dari akhir periode pelaporan.
Tingkat pertimbangan tergantung pada fakta dari setiap kasus.
Jika selama ini entitas menghasilkan laba dan mempunyai akses
ke sumber pembiayaan, maka dapat disimpulkan bahwa asumsi
kelangsungan usaha telah sesuai tanpa melalui analisis rinci.
Dalam kasus lain, manajemen perlu memerhatikan faktor yang
memengaruhi profitabilitas masa kini maupun masa yang akan
datang, jadual pembayaran utang dan sumber potensial
pembiayaan pengganti sebelum dapat menyimpulkan bahwa
asumsi kelangsungan usaha telah sesuai.
Dasar Akrual
25. Entitas menyusun laporan keuangan atas dasar
akrual, kecuali laporan arus kas.
26. Ketika akuntansi berbasis akrual digunakan, entitas
mengakui pos-pos sebagai aset, laibilitas, ekuitas, pendapatan
dan beban (unsur-unsur laporan keuangan) ketika pos-pos
tersebut memenuhi definisi dan kriteria pengakuan untuk unsurunsur
tersebut dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan
Penyajian Laporan Keuangan.
Materialitas dan Agregasi
27. Entitas menyajikan secara terpisah kelompok pos
sejenis yang material. Entitas menyajikan secara terpisah
pos yang mempunyai sifat atau fungsi berbeda kecuali
pos tersebut tidak material.
28. Laporan keuangan merupakan hasil dari pemrosesan
sejumlah transaksi atau peristiwa lain yang diklasifikasikan sesuai
sifat atau fungsinya. Tahap akhir dari proses penggabungan
dan pengklasifikasian adalah penyajian dalam laporan keuangan.
Jika suatu klasifikasi pos tidak material, maka dapat
digabungkan dengan pos lain yang sejenis dalam laporan
keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan. Suatu
pos mungkin tidak cukup material untuk disajikan terpisah dalam
laporan keuangan tetapi cukup material untuk disajikan terpisah
dalam catatan atas laporan keuangan.
Sabtu, 17 Mei 2014
Tujuh Kebohongan Terburuk Dalam CV Anda
Tak peduli betapa inginnya Anda
mendapatkan sebuah pekerjaan, jangan pernah
berpikir untuk berbohong dalam menulis
CV.
Pertama, jika Anda
mendapatkan pekerjaan itu, Anda bisa langsung kehilangan pekerjaan itu setelah
kebohongan Anda terbongkar. Kedua, itu risiko besar. Sebagian besar perusahaan
melakukan pemeriksaan latar belakang, memverifikasi gelarnya dan mengonfirmasi
pekerjaan terakhir Anda. Ketiga, reputasi Anda dipertaruhkan: "Integritas
adalah segalanya bagi pengusaha, jadi jangan sampai mereka mempertanyakan diri
Anda," kata Kevin Rosenberg, dari perusahaan pencari tenaga kerja di
California.
Posisi pekerjaan sebelumnya
Orang terkadang
menambah-nambahi posisi pekerjaan untuk menaikkan kompensasi atau senioritas,
tetapi bisa menjadi bumerang, kata Rosenberg. Jika Anda mengajukan permohonan
untuk peran manajer senior sambil mengklaim bahwa posisi Anda sebelumnya adalah
direktur, perekrut mungkin berpikir Anda terlalu tinggi kualifikasinya."Anda bisa
kehilangan kesempatan," kata Rosenberg. Ia menambahkan, lebih baik
menggambarkan tingkat tanggung jawab yang tinggi pada pekerjaan Anda, bukan
menaikkan posisi pekerjaan Anda sebelumnya. Ditambah, kebenaran bisa terungkap
ketika perusahaan memeriksanya.
"Jika perusahaan mengetahui Anda berbohong,lamaran Anda mungkin langsung ditolak," kata Jennifer Greenberg, seorang direktur penempatan di Quantum, sebuah perusahaan perekrutan eksekutif di New York City. Kebohongan Anda pun bisa menyebar cepat. "Anda tidak ingin orang lain dalam industri Anda berpikir bahwa Anda pembohong," katanya.
Pengalaman bekerja
Calon pelamar
sering hanya menuliskan tahun pengalaman kerja mereka, seperti, 2005 sampai
2007, bukan bulan tertentu, katakanlah, Desember 2005 sampai Januari 2007,
untuk menyembunyikan bahwa mereka berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan
lainnya.
Namun Rosenberg bilang lebih baik menuliskan pengalaman kerja secara langsung. "Berikan alasan konkret untuk beberapa pekerjaan yang Anda jalani dalam waktu yang singkat," katanya.
Sertakan dalam tanda kurung pada resume Anda bahwa Anda meninggalkan pekerjaan itu karena relokasi perusahaan atau bangkrutnya perusahaan. "Jika memang Anda dipecat atau habis kontrak, maka itu di luar kendali Anda dan Anda tidak memiliki alasan untuk bersembunyi di balik itu," katanya.
Namun Rosenberg bilang lebih baik menuliskan pengalaman kerja secara langsung. "Berikan alasan konkret untuk beberapa pekerjaan yang Anda jalani dalam waktu yang singkat," katanya.
Sertakan dalam tanda kurung pada resume Anda bahwa Anda meninggalkan pekerjaan itu karena relokasi perusahaan atau bangkrutnya perusahaan. "Jika memang Anda dipecat atau habis kontrak, maka itu di luar kendali Anda dan Anda tidak memiliki alasan untuk bersembunyi di balik itu," katanya.
Selain itu, Anda
tidak sendirian kok. Sebanyak 8,8 juta pekerjaan hilang antara Januari 2008 dan Februari 2010.
Orang juga sering menutupi berapa lama mereka kehilangan pekerjaan, kata
Greenberg.. Tapi tidak perlu untuk mengurangi enam bulan masa Anda menganggur
menjadi hanya tiga bulan pada resume Anda. "Pengusaha memahami kok bahwa
perekonomian sedang sulit," kata Greenberg.
Keterampilan
Dalam pasar yang kompetitif, Anda
mungkin ingin melebih-lebihkan keahlian teknis atau pengetahuan tentang
perangkat lunak khusus industri. Itu bukanlah ide yang baik, kata Evers Cathy,
Direktur Sumber Daya Manusia di Centrinex, di Overland Park, KS. "Pengusaha
mengharapkan kandidat untuk dapat berfungsi seperti apa yang ditulisnya pada
resumenya," katanya. Singkatnya, hanya karena Anda telah mencoba-coba
sebuah program komputer atau mengambil kelas pengantar pemrograman tidak
membuat Anda mahir di dalamnya.
Bahkan jika Anda berhasil mendapatkan pekerjaan itu, Anda mungkin goyah ketika perusahaan menyadari kemampuan Anda tidak sebesar seperti yang Anda katakan. Sebaliknya, ia merekomendasikan penggambaran keterampilan Anda dalam skala: Untuk pengetahuan dasar, Anda mengatakan "dilatih" atau "akrab dengan". Untuk pengalaman menengah, gunakan "pemahaman yang kuat" atau "terbukti". Dan untuk tingkat ahli, cobalah "menunjukkan keberhasilan" atau "kemampuan yang kuat."
Bahkan jika Anda berhasil mendapatkan pekerjaan itu, Anda mungkin goyah ketika perusahaan menyadari kemampuan Anda tidak sebesar seperti yang Anda katakan. Sebaliknya, ia merekomendasikan penggambaran keterampilan Anda dalam skala: Untuk pengetahuan dasar, Anda mengatakan "dilatih" atau "akrab dengan". Untuk pengalaman menengah, gunakan "pemahaman yang kuat" atau "terbukti". Dan untuk tingkat ahli, cobalah "menunjukkan keberhasilan" atau "kemampuan yang kuat."
Tingkat pendidikan
Jika Anda tidak lulus kuliah,
tentukan berapa kelas yang Anda tempuh atau jumlah kredit yang tersisa.
Rosenberg menyarankan Anda mencatat kenapa Anda keluar, contohnya, untuk
berkeluarga atau pasangan Anda pindah pekerjaan. Walaupun perekrut tidak
bertanya, memberitahukan informasi itu dapat menghapus kecurigaan. Dan untuk
para kandidat yang lulus: Selalu jujur tentang gelar Anda. Lihat apa yang
terjadi pada mantan CEO Yahoo! Scott Thompson.
Prestasi
Mengambil semua pujian untuk
keberhasilan tim adalah sebuah kesalahan umum di resume. "Kadang-kadang
pencapaian yang didapatkan oleh kelompok, diklaim sebagai kontribusi pribadi,"
kata Evers. Jika kebenaran terungkap, Anda bisa dipecat. Alasan lain untuk
menghindari kesalahan resume ini: Ini masalah egosentris. "Perusahaan
ingin tahu bagaimana Anda bisa bekerja sama dalam kelompok kerja," kata
Rosenberg. "Mereka mencari orang yang dapat memimpin dan menginspirasi
sebagai bagian dari tim." Sampaikan kemampuan Anda untuk bekerja sama
dalam resume Anda dengan mengganti kata "saya" dengan
"kita" jika sesuai.
Domisili
Domisili
Manajer yang mempekerjakan Anda lebih
memilih kandidat lokal, jadi mengapa tidak menggunakan alamat seorang teman
atau anggota keluarga jika Anda tidak tinggal di kota di mana Anda ingin
bekerja? Anda mungkin memiliki masalah setelah Anda menerima panggilan yang
didambakan. "Bagaimana Anda bisa ke New York pada Jumat jika Anda berada
di Ohio?" tanya Greenberg. "Apakah Anda dalam posisi untuk naik
pesawat keesokan harinya? Jika tidak, Anda harus berbohong lagi." Namun
jika Anda memang tinggal bersama seorang teman selama beberapa pekan dan
membuat Anda memiliki waktu untuk wawancara, katanya, tidak apa-apa untuk
menggunakan alamat tersebut pada resume Anda.
Usia
Beberapa kandidat mengurangi sepuluh
tahun pengalaman untuk menghindari tampak terlalu tua, sementara yang lain
mungkin mengubah tanggal kelulusan karena mereka takut dianggap terlalu muda.
Itu tidak membantu. "Orang yang muncul untuk wawancara adalah Anda,"
kata Rosenberg. Dan sementara, ilegal untuk melakukan diskriminasi berdasarkan
usia, perusahaan diijinkan untuk memilih kandidat terbaik untuk pekerjaan itu,
yang mungkin berarti siapa pun yang paling cocok dengan budaya perusahaan. "Tidak
ada yang dapat Anda lakukan," kata Rosenberg. "Tugas Anda hanyalah
menjadi diri Anda sendiri dan berharap Anda sedang berhadapan dengan perusahaan
dengan pikiran terbuka dan berjalan di sana dengan sikap Anda yang percaya
diri.
Kesalahan Umum dalam Mengirim CV
Curriculum
vitae adalah representasi diri. Tetapi para lulusan baru sering mengirim CV
yang bikin geleng-geleng kepala. Karena kurang referensi, mereka kerap
melakukan kesalahan yang tidak disadari. Memang tidak mutlak membuat mereka
ditolak, tetapi memperkecil peluang diterima. Nah, jika Anda seorang lulusan
baru yang sedang berburu kerja dan tidak kunjung mendapat panggilan,
jangan-jangan Anda melakukan beberapa kesalahan ini.
Foto
Jika perusahaan mensyaratkan foto dalam lamaran kerja, pilihlah foto yang membuat Anda terlihat profesional. Jangan pakai foto yang diambil dari Facebook hanya karena Anda tampil menarik (atau seksi). Bagaimana Anda mau dianggap serius bila foto yang dilampirkan terlihat main-main dan hasil crop?Umumnya perekrut lebih menyukai foto yang simpel. Pergilah ke studio foto dan bikin satu foto yang bagus – untuk investasi Anda ketika melamar pekerjaan.
Alamat email
Hmm, alamat
email seperti inacuantixxbanget@yahoo.com atau romisayangchika@ymail.com
sepertinya kurang menarik jika dipajang di CV. Anda kan sedang melamar
pekerjaan di suatu perusahaan jadi sebaiknya hindari alamat email yang terlalu
personal. Buatlah satu akun email dengan nama asli Anda untuk keperluan resmi.
Jangan sampai Anda kalah bersaing dengan pelamar lainnya hanya karena alamat
email Anda menggelikan.
Informasi yang tepat
Jangan
kirim CV yang persis sama ke semua perusahaan. Usahakan “jahit” terlebih dahulu
setiap kali Anda melamar. Beri penekanan pada prestasi atau keahlian yang
relevan dengan posisi incaran. Tidak perlu mencantumkan prestasi “pemenang
lomba karaoke” bila memang posisi yang Anda inginkan tidak membutuhkan keahlian
bernyanyi.Informasi pendidikan juga cukup dimulai dari SMA saja, tidak perlu
taman bermain dan TK. Intinya, tekankan pada informasi yang bisa menunjukkan
Anda orang yang tepat untuk posisi ini.
Terlalu panjang
Pihak
perekrut akan menerima setumpuk lamaran, jadi satu menit pertama amat
menentukan. Jangan buang waktunya sia-sia dengan membeberkan prestasi Anda dari
sejak TK. Buatlah kesan yang baik di surat lamaran sehingga mereka mau membaca
hingga habis.
Anda boleh menyertakan alamat LinkedIn atau blog yang berisi portofolio bila diperlukan. Tetapi apa pun yang terjadi, jangan pernah meminta perekrut untuk mendownload sendiri CV Anda dari Internet. Tidak semua kantor punya koneksi bagus.
Anda boleh menyertakan alamat LinkedIn atau blog yang berisi portofolio bila diperlukan. Tetapi apa pun yang terjadi, jangan pernah meminta perekrut untuk mendownload sendiri CV Anda dari Internet. Tidak semua kantor punya koneksi bagus.
Email kosong
Mentang-mentang
CV tersimpan di telepon seluler, maka begitu melihat suatu lowongan Anda
langsung mengirimkannya tanpa berusaha membuat surat lamaran. Mau tahu kesan
yang muncul begitu membaca email kosong seperti ini? Pelamar adalah seseorang
yang malas.
Pelamar hanya secara acak mengirim CV ke kanan-kiri tanpa usaha lebih untuk membuat surat lamaran yang menarik.
Pelamar hanya secara acak mengirim CV ke kanan-kiri tanpa usaha lebih untuk membuat surat lamaran yang menarik.
Jiplakan
Yep, para perekrut sudah sering membaca bertumpuk CV jadi mereka bisa mengenali
mana yang jiplakan dan bukan. Usahakanlah membuat surat lamaran dengan kalimat
orisinal untuk meningkatkan kemungkinan Anda diterima. Kalaupun belum memiliki
pengalaman, Anda bisa menceritakan poin kekuatan Anda yang cocok untuk pekerjaan
yang diincar. Tak perlu membuat surat lamaran yang terlalu panjang. Fokus pada
kekuatan Anda dan tentunya jangan lupa mencantumkan informasi kontak agar mudah
dihubungi.
7 Kiat Sukses Jadi Anak Baru
Menjadi anak baru di kantor memang bukanlah hal yang mudah. Jangan
terjerumus dalam hal-hal kecil yang bisa membuat anda diasingkan. Pelajari 7
tips berikut ini.
Setelah melalui proses rekrutmen yang menantang, kini saatnya Anda memasuki kantor baru. Seperti apa teman kerja, lingkungan, dan apakah mereka akan menyukai Anda tentunya membuat hati berdebar-debar.
Jangan khawatir, selalu ada cara agar Anda mudah diterima. Ingat, jangan hanya fokus ke diri Anda tapi juga perhatikan lingkungan dan teman sekerja.
1. Cara Berpakaian
Anda adalah anak baru di kantor. Jangan berharap teman sekerja langsung bisa mengenali kepribadian Anda. Penampilan luar merupakan salah satu poin kesan pertama Anda. Gunakan pakaian yang pantas dan tidak berlebihan di hari pertama bekerja. Seperti apa gaya berbusana di kantor baru bisa Anda pelajari saat datang wawancara atau ketika proses rekrutmen di kantor tersebut. Jika Anda belum pernah sama sekali mengunjungi kantor Anda, tak ada salahnya memilih pakaian yang lebih rapih ketimbang yang lebih santai. Ini adalah momen untuk menciptakan kesan pertama, pastikan pakaian yang dipilih bisa memberi gambaran seperti apa kepribadian Anda di tempat kerja. Jangan menggunakan aksesori atau makeup berlebihan yang seakan meminta perhatian. Bisa jadi hal tersebut malah membuat Anda menjadi bahan omongan miring di tempat kerja baru.
2. Budaya Kantor
Mempelajari seperti apa budaya kantor baru Anda sangatlah penting. Ada kantor yang santai, formal, atau kombinasi antara keduanya. Pastikan Anda mempelajari dulu seperti apa budaya kantor Anda dari perilaku teman-teman sekerja, hubungan teman sekerja dengan atasan, dan sebaliknya. Ada kantor yang Anda bisa dengan santai menghampiri meja bos untuk berdiskusi, ada juga kantor yang bahkan Anda tak akan punya kesempatan untuk berbicara dengan bos besar Anda. Anda tentunya tak mungkin mengingat banyak hal dalam waktu yang singkat. Gunakan catatan untuk mengingat hal-hal yang penting.
3. Kepribadian yang Positif
Dalam proses bekerja, suatu saat Anda pasti membutuhkan bantuan rekan kerja. Jangan bangun dinding yang tinggi pada hari pertama kerja. Sapa rekan kerja yang Anda temui dengan senyum. Untuk awal, cukup sapa dengan senyum atau hai. Tak perlu terlalu keras berusaha mengobrol seakan Anda sudah mengenal mereka lama. Terlalu 'sok akrab' malah akan membuat Anda dijauhi di tempat kerja. Biarkan hubungan Anda tumbuh secara alami lewat proses interaksi sehari-hari. Pada masa-masa awal kerja, jika ada ajakan untuk hang-out selepas kerja, usahakan untuk ikut serta. Lewat kesempatan yang lebih santai tersebut Anda bisa mengenal rekan kerja lebih jauh dan mengakrabkan diri. Usahakan untuk seimbang dalam mendekati berbagai jenis rekan kerja. Terlalu banyak mendekati rekan kerja laki-laki atau terlalu memilih mendekati atasan akan membuat Anda cepat jadi bisik-bisik kantor.
4. Mengingat Nama & Posisi
Ini merupakan hal yang penting untuk membangun kesan pertama. Usahakan untuk mengingat nama teman sekerja Anda, minimal yang satu bagian atau divisi. Anda juga bisa membuat semacam peta nama agar mudah mengingat. Gambar secara umum posisi duduk dan tulis nama teman Anda untuk memudahkan mengingat. Pilih satu atau dua orang yang Anda ingat betul, lalu minta bantuan mereka untuk mengingat nama-nama teman lainnya. Mengetahui posisi orang tersebut di perusahaan juga penting. Jangan sampai sikut-sikutan di lift dengan rekan sekerja yang ternyata salah satu orang penting di perusahaan Anda. Memang tidak mudah untuk melakukan hal tersebut dalam minggu pertama. Lakukan bertahap dimulai dari orang yang paling sering berinteraksi dengan Anda.
5. Bantu & Inisiatif
Salah satu cara untuk mudah disukai di tempat kerja baru adalah menjadi rekan kerja yang senang membantu dan berinisiatif. Tentunya lagi-lagi jangan berlebihan. Pastikan pekerjaan Anda tetap bisa diselesaikan walau harus membantu tugas rekan kerja. Jika pekerjaan Anda sudah selesai, jangan hanya berdiam diri dan menunggu penugasan selanjutnya. Tanyakan kepada atasan atau rekan kerja apa yang bisa Anda lakukan atau siapa yang bisa Anda bantu.
6. Semangat Bekerja
Pernah saya memiliki rekan baru yang selalu datang telat dan sering pulang cepat. Hal tersebut tentunya bukan hal yang tepat untuk memberi kesan pertama yang baik. Usahakan selalu datang sedikit lebih cepat jika memungkinkan dan pulang setelah waktunya atau sudah ada rekan kerja lain yang pulang. Pelajari dulu bagaimana kebiasaan kantor baru Anda. Ada kantor yang karyawannya tidak pulang sebelum bosnya pulang. Ada juga yang bebas pulang pergi asal pekerjaan selesai. Untuk bulan-bulan awal selama Anda masih masa penilaian, usahakan selalu tepat waktu saat datang dan berkontribusi lebih. Setelah mempelajari kebiasaan perusahaan, pelan-pelan Anda bisa menyesuaikan diri. Salah satu kesan pertama yang harus dihindari adalah malas!
Satu hal lagi yang tak kalah penting adalah meminimalisir kepentingan pribadi pada jam kerja. Usahakan sesedikit mungkin chatting, membuka situs jejaring sosial, atau izin untuk hal-hal yang tidak terlalu penting.
Setelah melalui proses rekrutmen yang menantang, kini saatnya Anda memasuki kantor baru. Seperti apa teman kerja, lingkungan, dan apakah mereka akan menyukai Anda tentunya membuat hati berdebar-debar.
Jangan khawatir, selalu ada cara agar Anda mudah diterima. Ingat, jangan hanya fokus ke diri Anda tapi juga perhatikan lingkungan dan teman sekerja.
1. Cara Berpakaian
Anda adalah anak baru di kantor. Jangan berharap teman sekerja langsung bisa mengenali kepribadian Anda. Penampilan luar merupakan salah satu poin kesan pertama Anda. Gunakan pakaian yang pantas dan tidak berlebihan di hari pertama bekerja. Seperti apa gaya berbusana di kantor baru bisa Anda pelajari saat datang wawancara atau ketika proses rekrutmen di kantor tersebut. Jika Anda belum pernah sama sekali mengunjungi kantor Anda, tak ada salahnya memilih pakaian yang lebih rapih ketimbang yang lebih santai. Ini adalah momen untuk menciptakan kesan pertama, pastikan pakaian yang dipilih bisa memberi gambaran seperti apa kepribadian Anda di tempat kerja. Jangan menggunakan aksesori atau makeup berlebihan yang seakan meminta perhatian. Bisa jadi hal tersebut malah membuat Anda menjadi bahan omongan miring di tempat kerja baru.
2. Budaya Kantor
Mempelajari seperti apa budaya kantor baru Anda sangatlah penting. Ada kantor yang santai, formal, atau kombinasi antara keduanya. Pastikan Anda mempelajari dulu seperti apa budaya kantor Anda dari perilaku teman-teman sekerja, hubungan teman sekerja dengan atasan, dan sebaliknya. Ada kantor yang Anda bisa dengan santai menghampiri meja bos untuk berdiskusi, ada juga kantor yang bahkan Anda tak akan punya kesempatan untuk berbicara dengan bos besar Anda. Anda tentunya tak mungkin mengingat banyak hal dalam waktu yang singkat. Gunakan catatan untuk mengingat hal-hal yang penting.
3. Kepribadian yang Positif
Dalam proses bekerja, suatu saat Anda pasti membutuhkan bantuan rekan kerja. Jangan bangun dinding yang tinggi pada hari pertama kerja. Sapa rekan kerja yang Anda temui dengan senyum. Untuk awal, cukup sapa dengan senyum atau hai. Tak perlu terlalu keras berusaha mengobrol seakan Anda sudah mengenal mereka lama. Terlalu 'sok akrab' malah akan membuat Anda dijauhi di tempat kerja. Biarkan hubungan Anda tumbuh secara alami lewat proses interaksi sehari-hari. Pada masa-masa awal kerja, jika ada ajakan untuk hang-out selepas kerja, usahakan untuk ikut serta. Lewat kesempatan yang lebih santai tersebut Anda bisa mengenal rekan kerja lebih jauh dan mengakrabkan diri. Usahakan untuk seimbang dalam mendekati berbagai jenis rekan kerja. Terlalu banyak mendekati rekan kerja laki-laki atau terlalu memilih mendekati atasan akan membuat Anda cepat jadi bisik-bisik kantor.
4. Mengingat Nama & Posisi
Ini merupakan hal yang penting untuk membangun kesan pertama. Usahakan untuk mengingat nama teman sekerja Anda, minimal yang satu bagian atau divisi. Anda juga bisa membuat semacam peta nama agar mudah mengingat. Gambar secara umum posisi duduk dan tulis nama teman Anda untuk memudahkan mengingat. Pilih satu atau dua orang yang Anda ingat betul, lalu minta bantuan mereka untuk mengingat nama-nama teman lainnya. Mengetahui posisi orang tersebut di perusahaan juga penting. Jangan sampai sikut-sikutan di lift dengan rekan sekerja yang ternyata salah satu orang penting di perusahaan Anda. Memang tidak mudah untuk melakukan hal tersebut dalam minggu pertama. Lakukan bertahap dimulai dari orang yang paling sering berinteraksi dengan Anda.
5. Bantu & Inisiatif
Salah satu cara untuk mudah disukai di tempat kerja baru adalah menjadi rekan kerja yang senang membantu dan berinisiatif. Tentunya lagi-lagi jangan berlebihan. Pastikan pekerjaan Anda tetap bisa diselesaikan walau harus membantu tugas rekan kerja. Jika pekerjaan Anda sudah selesai, jangan hanya berdiam diri dan menunggu penugasan selanjutnya. Tanyakan kepada atasan atau rekan kerja apa yang bisa Anda lakukan atau siapa yang bisa Anda bantu.
6. Semangat Bekerja
Pernah saya memiliki rekan baru yang selalu datang telat dan sering pulang cepat. Hal tersebut tentunya bukan hal yang tepat untuk memberi kesan pertama yang baik. Usahakan selalu datang sedikit lebih cepat jika memungkinkan dan pulang setelah waktunya atau sudah ada rekan kerja lain yang pulang. Pelajari dulu bagaimana kebiasaan kantor baru Anda. Ada kantor yang karyawannya tidak pulang sebelum bosnya pulang. Ada juga yang bebas pulang pergi asal pekerjaan selesai. Untuk bulan-bulan awal selama Anda masih masa penilaian, usahakan selalu tepat waktu saat datang dan berkontribusi lebih. Setelah mempelajari kebiasaan perusahaan, pelan-pelan Anda bisa menyesuaikan diri. Salah satu kesan pertama yang harus dihindari adalah malas!
Satu hal lagi yang tak kalah penting adalah meminimalisir kepentingan pribadi pada jam kerja. Usahakan sesedikit mungkin chatting, membuka situs jejaring sosial, atau izin untuk hal-hal yang tidak terlalu penting.
7. Hindari Bergosip
Godaan terlibat bergosip memang kadang susah ditolak. Untuk masa-masa awal sebaiknya hindari terlibat dalam kegiatan pergosipan. Jangan sampai citra Anda sebagai anak baru menjadi miring karena ikut-ikutan berkomentar dan terlibat dalam tim gosip. Sebagai anak baru, sebaiknya perbanyakan teman daripada lawan.
Godaan terlibat bergosip memang kadang susah ditolak. Untuk masa-masa awal sebaiknya hindari terlibat dalam kegiatan pergosipan. Jangan sampai citra Anda sebagai anak baru menjadi miring karena ikut-ikutan berkomentar dan terlibat dalam tim gosip. Sebagai anak baru, sebaiknya perbanyakan teman daripada lawan.
Kamis, 01 Mei 2014
FORM (Formulir)
I. PENGERTIAN
Formulir : Secarik Kertas yang memiliki ruang untuk diisi dengan data penting tertentu.
Formulir : Secarik Kertas yang memiliki ruang untuk diisi dengan data penting tertentu.
II. MANFAAT FORMULIR :
1). Menetapkan tanggungjawab terjadinya transaksi bisnis
2). Merekam data transaksi.
3). Mengurangi kesalahan pesan dibanding dengan cara lisan.
4). Media komunikasi antar orang/bagian/organisasi.
1). Menetapkan tanggungjawab terjadinya transaksi bisnis
2). Merekam data transaksi.
3). Mengurangi kesalahan pesan dibanding dengan cara lisan.
4). Media komunikasi antar orang/bagian/organisasi.
III. GOLONGAN FORMULIR
3.1. Menurut Sumbernya :
a). Form yang dibuat dan disimpan di perusahaan
b). Form yang dibuat dan dikirim ke luar perusahaan
c). Form yang diterima dari pihak luar perusahaan
3.1. Menurut Sumbernya :
a). Form yang dibuat dan disimpan di perusahaan
b). Form yang dibuat dan dikirim ke luar perusahaan
c). Form yang diterima dari pihak luar perusahaan
3.2. Menurut Tujuan Penggunaannya :
a). Form untuk meminta dilakukannya tindakan
b). Form untuk mencatat kejadian/tindakan yang terjadi.
a). Form untuk meminta dilakukannya tindakan
b). Form untuk mencatat kejadian/tindakan yang terjadi.
IV. PRINSIP PERANCANGAN FORMULIR
1). Gunakan tembusan/rangkap dan carbon/carbonless paper
2). Hindari duplikasi data, pada form yang sama atau dengan form lainnya
3). Sederhana dan ringkas
4). Terapkan internal Check agar teliti dan terpercaya untuk menghindari kesalahan pengisian.
5). Cantumkan Nama & Alamat perusahaan untuk komunikasi dg. Pihak luar.
6). Cantumkan nama & nomor kode form untuk identifikasi.
7). Cantumkan Nomor Urut tercetak form untuk mengontrol pengeluaran form.
8). Cetak garis jika akan ditulis tangan.
9). Cantumkan nomor garis di dua sisi jika form-nya lebar.
10). Rancang pengisian yang efisien, seperti tanda cek/silang, Ya atau Tidak.
11). Rancang urutan logis pengisian dan penempatan blok/kelompok data.
1). Gunakan tembusan/rangkap dan carbon/carbonless paper
2). Hindari duplikasi data, pada form yang sama atau dengan form lainnya
3). Sederhana dan ringkas
4). Terapkan internal Check agar teliti dan terpercaya untuk menghindari kesalahan pengisian.
5). Cantumkan Nama & Alamat perusahaan untuk komunikasi dg. Pihak luar.
6). Cantumkan nama & nomor kode form untuk identifikasi.
7). Cantumkan Nomor Urut tercetak form untuk mengontrol pengeluaran form.
8). Cetak garis jika akan ditulis tangan.
9). Cantumkan nomor garis di dua sisi jika form-nya lebar.
10). Rancang pengisian yang efisien, seperti tanda cek/silang, Ya atau Tidak.
11). Rancang urutan logis pengisian dan penempatan blok/kelompok data.
V. KELEBIHAN ELECTRONIC FORM
1). Persediaan selalu cukup, tidak akan lebih ataupun kurang.
2). Selalu Up to date, mudah diperbaharui.
3). Efisien, jika harus segera diganti tanpa harus menunggu persediaan habis.
4). User friendly, mudah pengisiannya tanpa takut salah karena ada help.
5). Cepat dalam pengisiannya, karena kursor berhenti di tempat isian.
6). Praktis, dapat mengkalkulasi otomatis.
7). Tidak ada data ngambang dari pengaruh transfer dari lokasi lain.
8). Lebih terkendali, dengan Password nomor urut otomatis
9). Mudah pengelolaannya, baik dalam perancangan, penggunaan, pengendalian dan pengarsipan datanya.
1). Persediaan selalu cukup, tidak akan lebih ataupun kurang.
2). Selalu Up to date, mudah diperbaharui.
3). Efisien, jika harus segera diganti tanpa harus menunggu persediaan habis.
4). User friendly, mudah pengisiannya tanpa takut salah karena ada help.
5). Cepat dalam pengisiannya, karena kursor berhenti di tempat isian.
6). Praktis, dapat mengkalkulasi otomatis.
7). Tidak ada data ngambang dari pengaruh transfer dari lokasi lain.
8). Lebih terkendali, dengan Password nomor urut otomatis
9). Mudah pengelolaannya, baik dalam perancangan, penggunaan, pengendalian dan pengarsipan datanya.
VI. DOKUMEN
Dokumen Sumber (Source Document) :
Dokumen yang dijadikan dasar pencatatan terhadap jurnal atau buku pembantu.
Dokumen Sumber (Source Document) :
Dokumen yang dijadikan dasar pencatatan terhadap jurnal atau buku pembantu.
Dokumen Pendukung (Supporting S.) :
Dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahihnya transaksi yang dicatat dalam jurnal dan buku pembantu
Dokumen yang melampiri dokumen sumber sebagai bukti sahihnya transaksi yang dicatat dalam jurnal dan buku pembantu
Contoh:
Faktur Pembelian: – Bukti Kas Keluar
- Surat Order Pembelian
- Laporan Penerimaan Barang
- Faktur dari pemasok
Faktur Pembelian: – Bukti Kas Keluar
- Surat Order Pembelian
- Laporan Penerimaan Barang
- Faktur dari pemasok
Formulir elektronik merupakan ruang yang ditayangkan dalam layar
komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
Formulir elektronik dapat dibagi menjadi 6 tingkatan, yaitu :
1. Static
Bentuk dasarnya berupa kertas. Proses input data dilakukan secara
manual.
2. Editable
Pengisi dapat mengetik formulir tetapi responnya tidak cerdas.
Proses input data kebanyakan mesih menggunakan metode manual.
Contohnya adalah Microsoft Word tanpa menggunakan bentuk
bentuk khusus.
3. Fillable
Di tingkat ini, formulir mulai meunjukkan nilai riil. Dalam tingkat ini,
kemungkinan data dapat dimasukkan dari suatu pemrograman dan
kemudian menjadi database. Contohnya adalah PDF yang dapat diisi.
4. Validating
Pada tingkat ini, formulir tersebut dapat menyediakan umpan balik
kepada pengisi.
5. Smart
Pada tingkatan ini, formulir memiliki dua cara untuk merespon isi,
yaitu memberikan umpan balik dan memodifikasi formulir itu sendiri.
6. Connected
Formulir pada tingkat keenam ini dapat memanfaatkan segala bentuk
media elektronik yang tersedia. Hal ini memungkinkan formulir untuk
menetapkan aturan yang bergantung pada data eksternal dan
mengirimkan data secara langsung ke dalam database.
komputer yang digunakan untuk menangkap data yang akan diolah dalam pengolahan data elektronik.
Formulir elektronik dapat dibagi menjadi 6 tingkatan, yaitu :
1. Static
Bentuk dasarnya berupa kertas. Proses input data dilakukan secara
manual.
2. Editable
Pengisi dapat mengetik formulir tetapi responnya tidak cerdas.
Proses input data kebanyakan mesih menggunakan metode manual.
Contohnya adalah Microsoft Word tanpa menggunakan bentuk
bentuk khusus.
3. Fillable
Di tingkat ini, formulir mulai meunjukkan nilai riil. Dalam tingkat ini,
kemungkinan data dapat dimasukkan dari suatu pemrograman dan
kemudian menjadi database. Contohnya adalah PDF yang dapat diisi.
4. Validating
Pada tingkat ini, formulir tersebut dapat menyediakan umpan balik
kepada pengisi.
5. Smart
Pada tingkatan ini, formulir memiliki dua cara untuk merespon isi,
yaitu memberikan umpan balik dan memodifikasi formulir itu sendiri.
6. Connected
Formulir pada tingkat keenam ini dapat memanfaatkan segala bentuk
media elektronik yang tersedia. Hal ini memungkinkan formulir untuk
menetapkan aturan yang bergantung pada data eksternal dan
mengirimkan data secara langsung ke dalam database.
KAPAN FORMULIR DIPERLUKAN ?
Dalam situasi apa perusahaan memerlukan formulir ?
1. Jika suatu kejadian harus dicatat, maka formulir perlu digunakan.
Misalnya: suatu perusahaan perlu mencatat transaksi penjualan tunai yang dilakukkannya setiap hari, maka perlu menciptakan formulir faktur penjualan tunai untuk merekam transaksi tersebut setiap harinya.
2. Jika informasi tertentu harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut.
Jika suatu informasi harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktupenulisan informasi tersebut.
Contoh: jika setiap kali mengajukan permintaan pembelian, bagian gudang harus menuliskan ama barang, spesifikasi, kuantitas, dan sifat permintaan (biasa, segera, atau mendesak), maka perlu dibuat formulir dengan kolom-kolom untuk menampung informasi tersebut, sehingga mengurangi waktupenulisan informasi yang harus disampaikan oleh bagian gudang kepada bagian pembelian.
3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan.
Untuk dapat memenuhi permitaan pembelian yang diajukan oleh bagian gudang, bagian pembelian memerlukan informasi lengkap mengenai nama barang yang akan dibutuhkan, spesifikasi, kuantitas, dan kapan barang tersebut diperlukan. Semua informasi tersebut perlu disatukan di tempat yang sama untuk memungkinkan bagian pembelian melaksanakan pemesanan kepada pemasok dengan benar.
Untuk memudahkan pengecekan secara cepat mengenai kelengkapan informasi tentang barang yang diminta oleh bagian gudang, maka formulir surat permintaan pembelian harus digunakan.
4. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi, fromulir perlu digunakan.
Jika tanggung jawab terjadinya transaksi akan dibebankan kepada seseorang duperlukan formulir untuk merekam pertanggung jawaban pelaksanaan transaksi tersebut.
1. Jika suatu kejadian harus dicatat, maka formulir perlu digunakan.
Misalnya: suatu perusahaan perlu mencatat transaksi penjualan tunai yang dilakukkannya setiap hari, maka perlu menciptakan formulir faktur penjualan tunai untuk merekam transaksi tersebut setiap harinya.
2. Jika informasi tertentu harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktu penulisan informasi tersebut.
Jika suatu informasi harus dicatat berulangkali, penggunaan formulir akan mengurangi waktupenulisan informasi tersebut.
Contoh: jika setiap kali mengajukan permintaan pembelian, bagian gudang harus menuliskan ama barang, spesifikasi, kuantitas, dan sifat permintaan (biasa, segera, atau mendesak), maka perlu dibuat formulir dengan kolom-kolom untuk menampung informasi tersebut, sehingga mengurangi waktupenulisan informasi yang harus disampaikan oleh bagian gudang kepada bagian pembelian.
3. Jika berbagai informasi yang saling berhubungan perlu disatukan dalam tempat yang sama, untuk memudahkan pengecekan yang cepat mengenai kelengkapan informasinya, maka formulir harus digunakan.
Untuk dapat memenuhi permitaan pembelian yang diajukan oleh bagian gudang, bagian pembelian memerlukan informasi lengkap mengenai nama barang yang akan dibutuhkan, spesifikasi, kuantitas, dan kapan barang tersebut diperlukan. Semua informasi tersebut perlu disatukan di tempat yang sama untuk memungkinkan bagian pembelian melaksanakan pemesanan kepada pemasok dengan benar.
Untuk memudahkan pengecekan secara cepat mengenai kelengkapan informasi tentang barang yang diminta oleh bagian gudang, maka formulir surat permintaan pembelian harus digunakan.
4. Jika dibutuhkan untuk menetapkan tanggung jawab terjadinya transaksi, fromulir perlu digunakan.
Jika tanggung jawab terjadinya transaksi akan dibebankan kepada seseorang duperlukan formulir untuk merekam pertanggung jawaban pelaksanaan transaksi tersebut.
FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBAGKAN DALAM MERANCANG FORMULIR
Dalam merancang suatu formulir, seorang analis harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:
1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.
3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.
4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.
5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.
6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.
1. Siapa yang memerlukan atau akan mendapat informasi yang dicatat di dalam formulir tersebut ? Hal ini akan menentukan berapa lembar formulir tersebut harus dibuat.
2. Adakah formulir lain yang sekarang dirancang atau sekarang digunakan berisi informasi yang sama ? Jika ya, apakah ada kemungkinan menyatukan informasi di dalam formulir yang dirancang ini dengan formulir lain tersebut ? Banyak perusahaan yang membuat faktur penjualan, surat muat (bill of lading), slip pembungkus (packing slip) dan surat order pengiriman dalam satu kali penulisan.
3. Apakah elemen-elemen yang harus dicantumkan di dalam formulir yang telah disusun menurut urutan yang logis ? Hal ini akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pengisian formulir dan akanmengurangi waktu pengisian dan penggunaan formulir.
4. Apakah formulir tersebut akan memerlukan penulisan dengan tangan atau pemrosesan dengan mesin, atau kedua-duanya ? Hal ini akan menentukan lebar spasi dan penggunaan garis atau hanya spasi saja.
5. Apakah formulir tersebut akan diisi dengan pensil, tinta, mesin ketik atau mesin khusus atau dengan proses penggandaan yang lain ? Hal ini akan menentukan jensi dan mutu kertas yang akan digunakan serta jumlah ruang yang harus disediakan untuk memungkinkan pencatatan informasi.
6. Apakah formulir tersebut akan disimpan dalam suatu arsip ? Hal ini akan menetukan mutu kertas yang harus digunakan, ukuran kertas, dan preforasi yang harus dibuat, jika hal ini diperlukan.
Langganan:
Postingan (Atom)